Monday, April 13, 2015

Penerapan Pendidikan Karakter Bagi Remaja

  Pendidikan Karakter

          Remaja merupakan masa di mana seseorang beranjak dan juga tumbuh dari masa anak – anak ke masa dewasa, oleh sebab itu masa remaja sering kali disebut dengan masa transisi. Usia remaja sendiri biasanya diperkirakan dari usia 10 sampai dengan 21 tahun. Pada masa itu seseorang mengalami yang namanya pubertas di mana karakternya bisa berubah – ubah tergantung dengan kondisi lingkungannya itu sendiri. Hal tersebut karena pada masa remaja tersebut seseorang sedang mencari jati dirinya, oleh karena itulah pada masa remaja sangat penting untuk mendapatkan pendidikan karakter. Dengan adanya pendidikan untuk membangun karakter tersebut tentu saja nantinya akan bisa mengarahkan dan juga membentuk karakter yang positif sehingga nantinya tidak mudah terpengaruh dengan hal – hal yang negative. Mengingat sekarang ini semakin majunya zaman dan juga teknologi bertambah banyak pula remaja yang memiliki karakter negative di mana sering kali melakukan tindak kejahatan seperti perampokan, pencurian, geng motor, perkosaan sampai dengan pembunuhan, bahkan tak jarang pula siswa yang masih bersekolah melakukan tawuran sampai mejatuhkan korban jiwa.
Adapun Pendidikan Karakter menurut sumber referensi dan para ahli sebagai berikut:
a.    Pendidikan Karakter Menurut Lickona
Secara sederhana, pendidikan karakter dapat didefinisikan sebagai segala usaha yang dapat dilakukan untuk mempengaruhi karakter siswa. Tetapi untuk mengetahui pengertian yang tepat, dapat dikemukakan di sini definisi pendidikan karakter yang disampaikan oleh Thomas Lickona. Lickona menyatakan bahwa pengertian pendidikan karakter adalah suatu usaha yang disengaja untuk membantu seseorang sehingga ia dapat memahami, memperhatikan, dan melakukan nilai-nilai etika yang inti.
b.    Pendidikan Karakter Menurut Suyanto
          Suyanto (2009) mendefinisikan karakter sebagai cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerja sama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa, maupun  negara.
c.    Pendidikan Karakter Menurut Kertajaya
          Karakter adalah ciri khas yang dimiliki oleh suatu benda atau individu. Ciri khas tersebut adalah asli dan mengakar pada kepribadian benda atau individu tersebut, serta merupakan “mesin” yang mendorong bagaimana seorang bertindak, bersikap, berucap, dan merespon sesuatu (Kertajaya, 2010).
d.    Pendidikan Karakter Menurut Kamus Psikologi
            Menurut  kamus psikologi, karakter adalah kepribadian ditinjau dari titik tolak etis atau moral, misalnya kejujuran seseorang, dan biasanya berkaitan dengan sifat-sifat yang relatif tetap (Dali Gulo, 1982: p.29).
Kesimpulanya pendidikan karakter adalah Usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mengerti, menerapkan, dan mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki ciri khas yang dapat diterapkan dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa, maupun Negara.

     Cara Membentuk Karakter

Bagan 1 Ruang Lingkup Pendidikan Karakter (Puskur, 2011: 4)


Membentuk karakter, merupakan proses yang berlangsung seumur hidup. Seorang siswa tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter jika ia tumbuh pada lingkungan yang berkarakter pula. Ada tiga pihak yang mempunyai peran penting, yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat. Dalam pembentukan karakter, ada tiga hal yang berlangsung secara terintegrasi. Pertama, seorang siswa mengerti baik dan buruk. Ia mengerti tindakan apa yang harus diambil serta mampu memberikan prioritas hal-hal yang baik. Kedua, ia mempunyai kecintaan terhadap kebajikan, dan membenci perbuatan buruk. Kecintaan ini merupakan obor atau semangat untuk berbuat kebajikan. Misalnya, seorang siswa tidak mau menyontek ketika ulangan tengah berlangsung. Karena menyontek adalah kebiasaan  buruk, ia tidak mau melakukannya. Ketiga, siswa di dalam lingkungannya mampu melakukan kebajikan dan terbiasa melakukannya.

Karakter-karakter yang baik harusnya dapat dipelihara. Hal pertama yang dapat dilakukan untuk membentuk karakter seorang siswa adalah dirumah. Ketika usia mereka di bawah tujuh tahun adalah masa terpenting dalam menanamkan karakter pada anak.  Dalam hal ini, orang tua (keluarga) perlu menanamkan karakter tersebut sehingga pembangunan watak, akhlak atau karakter bangsa (nation and character building,), mulai tumbuh dan dapat berkembang dalam kesehariannya.

Selanjutnya, dalam membangun karakter seorang siswa, pihak sekolah perlu memperhatikan aturan dan tata tertib yang berlaku disekolah. Di era globalisasi ini, banyak sekolah yang sudah jarang sekali menerapkan nilai-nilai luhur Pancasila sehingga hubungan antara guru dan siswa tidak begitu akrab. Begitu juga dengan banyaknya siswa yang acuh tak acuh dengan keberadaan guru, tidak menghormati guru, dan lain-lain. Oleh karena itu, pihak sekolah perlu memperhatikan pembinaan sikap dan karakter masing-masing siswa dengan cara membina dan meningkatkan intelektualisme dan profesionalisme. Selain itu, pihak sekolah juga dapat menerapkan nilai-nilai karakter pada siswa dengan membuat aturan dan tata tertib yang dapat menumbuhkan karakter-karakter baik, misalnya dengan membuat kantin kejujuran. Dalam hal ini, sekolah dapat menumbuhkan karakter kejujuran pad setiap siswa.



DAFTAR PUSTAKA

Stop Bullying!!!

What is Bullying?

Photo: SW Productions/Photodisc/Getty Images


Definisi bullying merupakan sebuah kata serapan dari bahasa Inggris. Bullying berasal dari kata bully yang artinya penggertak, orang yang mengganggu orang yang lemah. Beberapa istilah dalam bahasa Indonesia yang seringkali dipakai masyarakat untuk menggambarkan fenomena bullying di antaranya adalah penindasan, penggencetan, perpeloncoan, pemalakan, pengucilan, atau intimidasi (Susanti, 2006).

Menurut Coloroso (2006: 44-45) yang mengemukakan bahwa bullying akan selalu melibatkan unsur seperti; ketidakseimbangan kekuatan (imbalance power), keinginan untuk mencederai (desire to hurt), ancaman agresi lebih lanjut,dan  teror. Unsur keempat ini muncul ketika ekskalasi bullying semakin meningkat. Bullying adalah kekerasan sistematik yang digunakan untuk mengintimidasi dan memelihara dominasi. Teror bukan hanya sebuah cara untuk mencapai bullying tapi juga sebagai tujuan bullying.

Banyak para ahli yang mengemukakan pendapatnya mengenai bullying. Seperti pendapat Olweus (1993) dalam pikiran rakyat, 5 Juli 2007: “Bullying can consist of any action that is used to hurt another child repeatedly and without cause”. Bullying merupakan perilaku yang ditujukan untuk melukai siswa lain secara terus-menerus dan tanpa sebab. Sedangkan menurut Rigby (2005; dalam Anesty, 2009) merumuskan bahwa “bullying” merupakan sebuah hasrat untuk menyakiti. Hasrat ini diperlihatkan dalam aksi, menyebabkan seseorang menderita. Aksi ini dilakukan secara langsung oleh seseorang atau sekelompok orang yang lebih kuat, tidak bertanggung jawab, biasanya berulang dan dilakukan dengan perasaan senang (Retno Astuti, 2008: 3).

Dari berbagai definisi di atas dapat disimpulkan bahwa bullying merupakan serangan berulang secara fisik, psikologis, sosial, ataupun verbal, yang dilakukan dalam posisi kekuatan yang secara situasional didefinisikan untuk keuntungan atau kepuasan mereka sendiri. Bullying merupakan bentuk awal dari perilaku agresif yaitu tingkah laku yang kasar. Bisa secara fisik, psikis, melalui kata-kata, ataupun kombinasi dari ketiganya. Hal itu bisa dilakukan oleh kelompok atau individu. Pelaku mengambil keuntungan dari orang lain yang dilihatnya mudah diserang. Tindakannya bisa dengan mengejek nama, korban diganggu atau diasingkan dan dapat merugikan korban.
Bullying memiliki beberapa ciri unik.
 ■ Ada perbedaan kekuatan antara pelaku dan korban.
 ■ Ada niat untuk menimbulkan penderitaan atau rasa sakit.
 ■ Perilaku itu dilakukan berulang kali.

 Bullying dapat bersifat:
 ■ lisan, misalnya memberi julukan, menggoda, mengejek, menghina, mengancam
 ■ fisik misalnya memukul, menendang, menyelengkat
 ■ sosial misalnya mengabaikan, tidak mengajak berteman, memberi isyarat yang tidak sopan
Penanganan
  • Paling ideal adalah apabila ada kebijakan dan tindakan terintegrasi yang melibatkan seluruh komponen mulai dari guru, murid, kepala sekolah, sampai orangtua, yang bertujuan untuk menghentikan perilaku bullying dan menjamin rasa aman bagi korban.
  • Program anti-bullying di sekolah dilakukan antara lain dengan cara menggiatkan pengawasan dan pemberian sanksi secara tepat kepada pelaku, atau melakukan kampanye melalui berbagai cara. Memasukkan materi bullying ke dalam pembelajaran akan berdampak positif bagi pengembangan pribadi para murid.
Pencegahan
  • Untuk mencegah dan menghambat munculnya tindak kekeraran di kalangan remaja, diperlukan peran dari semua pihak yang terkait dengan lingkungan kehidupan remaja.
  • Sedini mungkin, anak-anak memperoleh lingkungan yang tepat. Keluarga-keluarga semestinya dapat menjadi tempat  yang nyaman untuk anak dapat mengungkapkan pengalaman-pengalaman dan perasaan-perasaannya. Orang tua hendaknya mengevaluasi pola interaksi yang dimiliki selama ini dan menjadi model yang tepat dalam berinteraksi dengan orang lain.
  • Berikan penguatan atau pujian pada perilaku pro sosial yang ditunjukkan oleh anak. Selanjutnya dorong anak untuk mengambangkan bakat atau minatnya dalam kegiatan-kegiatan dan orang tua tetap harus berkomunikasi dengan guru jika anak menunjukkan adanya masalah yang bersumber dari sekolah.
  • Selama ini, kebanyakan guru tidak terlalu memperhatikan apa yang terjadi di antara murid-muridnya. Sangat penting bahwa para guru memiliki pengetahuan dan ketrampilan mengenai pencegahan dan cara mengatasi bullying.
  • Kurikulum sekolah dasar semestinya mengandung unsur pengembangan sikap prososial dan guru-guru memberikan penguatan pada penerapannya dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. Sekolah sebaiknya mendukung kelompok-kelompok kegiatan agar diikuti oleh seluruh siswa. Selanjutnya sekolah menyediakan akses pengaduan atau forum dialog antara siswa dan sekolah, atau orang tua dan sekolah, dan membangun aturan sekolah dan sanksi yang jelas terhadap tindakan bullying.
  • Jangan anggap remeh Masih banyak orangtua yang menganggap kakak kelas mengintimidasi adik kelas sebagai sebuah tradisi, demikian juga  perlakuan kasar yang diterima anak dari temannya sering diabaikan karena akan berlalu seiring dengan waktu. Saatnya untuk mengubah pandangan tersebut. Jalin komunikasi yang dalam dengan anak, berilah perhatian lebih bila anak tiba-tiba murung dan malas ke sekolah.
  • Ajari anak untuk melindungi dirinya Ajari anak untuk bersikap self defense dalam arti menhindari diri dari korban atau pelaku kekerasan. Katakan kepadanya, “Kalau kamu dipukul temanmu, kamu harus memberitahukan kepada Ibu Guru.” Bukan malah mengajarkan perilaku membalas atau menggunakan kekuatan dalam mempertahankan diri. Selain itu, ajarkan pula untuk bersikap asertif atau mengatakan “tidak” terhadap hal-hal yang memang seharusnya tidak dilakukan. Selain itu, jangan biasakan anak membawa barang mahal atau uang berlebih ke sekolah karena bisa berpotensi menjadi incaran pelaku bullying. Pupuk kepercayaan diri anak, misalnya dengan aktif mengikuti kegiatan ekskul.
·         Bina relasi dengan guru dan orangtua murid Bina relasi dan komunikasi yang baik dengan guru di sekolah atau orangtua murid lainnya. Anda bisa mendapatkan informasi adanya kasus bullying atau melaporkan kepada guru bila si kecil bercerita mengenai temannya yang dipukul, misalnya.
Pemberdayaan individual bagi anak.

·         Beri kesempatan agar anak mau mengomunikasikan secara terbuka kepada orangtua, guru, atau orang dewasa lain yang mereka percaya dapat membantu mereka. Pupuk kedekatan hubungan, hargai perasaannya jika sedang curhat, tidak menyelamatkannya dari emosi negatif, tetapi berdayakan dia. Mengalami kondisi sulit akan membentuk daya tahan baginya.

·         Katakan kepada anak bahwa tidak ada satu pun cara yang paling tepat untuk menghadapi bullying, satu cara yang terlihat benar bagi seseorang mungkin tidak sesuai untuk yang lain. Yang penting adalah bahwa anak sudah mencoba, mengetahui berbagai pilihan cara, dan dapat memutuskan siapa yang dapat membantunya sejauh ini. Saran untuk mengabaikan tindakan pelaku bisa saja diberikan, tetapi tidak selalu berhasil. Perlu dilakukan strategi lainnya.

·         Latih anak untuk berani bicara, dengan kata lain bertindak asertif. Biarkan pelaku tahu bahwa anak tidak nyaman dengan perlakuannya, tetapi dengan kata-kata yang tidak balik menyakiti dan tidak membiarkan tindakan bullying terus berlangsung. Anak sebagai korban memiliki hak untuk membela diri, dan ada cara cerdas untuk melakukannya. Pastikan anak berbicara dengan cara yang memecahkan masalah dan tidak menciptakan lebih banyak masalah dengan orang lain.


DAFTAR PUSTAKA

5 Destinasi Wisata di Kebumen yang Wajib Kamu Sambangi

Soal pariwisata, kota-kota di Jawa Tengah mungkin belum sepopuler provinsi tetangganya, DI Yogyakarta. Padahal Jateng juga menyimpan berbagai destinasi wisata yang berpotensi untuk menjadi tujuan liburan paling hits berikutnya. Setelah sebelumnya mengulas SemarangSolo, dan Purbalingga, kini Hipwee akan mengajak kamu mengubek-ubek destinasi wisata di Kabupaten Kebumen.
Apa aja sih potensi wisata yang dimiliki oleh kabupaten yang terletak di selatan Jawa Tengah ini? Yuk kita jelajahi sama-sama.

1. Saat menjelajah ke Pantai Menganti, kamu tak akan mengira bahwa Jawa Tengah punya pantai seindah ini.

Pantai Menganti via sketsafotografi.blogspot.com

Berbatasan dengan pesisir pantai Selatan membuat Kebumen dianugerahi dengan sejumlah pantai yang indah. Salah satunya adalah Pantai Menganti yang terletak di Desa Karangduwur, Kecamatan Ayah, sekitar 1,5 jam dari pusat kota Kebumen. Pantai ini memang belum setenar Pantai Logending (Pantai Ayah) atau Pantai Karang Bolong karena aksesnya yang cukup sulit.
Meski aksesnya cukup sulit, pemandangan pantai ini jelas gak kamu temukan di pantai-pantai lainnya. Dengan dikelilingi perbukitan dan tebing nan hijau, pantai berpasir putih ini jadi tampak seperti sebuah tempat di Selandia Baru ala iklim tropis. Selain menikmati pantai yang memukau dan belum banyak dijamah wisatawan, kamu juga bisa menikmati makanan laut hasil tangkapan nelayan setempat.

2. Di Pantai Karang Agung, ombak saling bersusul. Angin membelai nyiur.


Pantai Karang Agung via diasporaiqbal.blogspot.com

Mengunjungi Pantai Karang Agung seakan mengingatkanmu pada Tanah Lot di Pulau Dewata. Bagaimana tidak? Bebatuan karang menjulang, menghamparkan lanskap yang menarik. Ombak pantai selatan pun bersusulan dipecah karang.
Pantai yang dikeramatkan oleh warga setempat ini memang tersembunyi di balik deretan perbukitan karst Gombong Selatan. Untuk sampai ke pantai yang sunyi ini, kamu perlu melewati jalan setapak selama sekitar setengah jam dari Desa Argopeni, Kecamatan Ayah.

3. Tak kekurangan obyek wisata pantai, Kebumen juga memiliki Pantai Pecaron.


Masih berdekatan dengan kawasan wisata Pantai Ayah, ada satu lagi pantai tersembunyi yang layak kamu datangi, yaitu Pantai Pecaron yang terletak di sebelah timur Pantai Menganti. Untuk sampai ke pantai ini, kamu mesti melalui bukit yang terjal. Akses jalan ke pantai ini pun masih kurang bagus karena baru dibuka. Tapi, selepas itu kamu akan menemukan pantai yang indah tapi sunyi, hanya suara debur ombak yang bersahut-sahutan memecah keheningan

4. Jika kamu berani, sapalah para pemanen sarang walet di goa Pantai Karangbolong.


Para pengunduh walet. via afifahyunitasari.blogspot.com

Ada satu lagi pantai cantik yang terletak di Desa Karangbolong, Kecamatan Buayan, yang bernama Pantai Karangbolong. Pantai ini cukup tenar, sehingga ramai didatangi wisatawan. Yang menarik, di pantai ini terdapat sebuah goa yang menjadi tempat walet-walet membuat sarang. Sarang walet ini adalah salah satu penyumbang pendapatan terbesar Kabupaten Kebumen. Itulah mengapa kabupaten ini menggunakan walet sebagai simbolnya.
Karena medannya sulit dan berbahaya, wisatawan biasa tentu tidak bisa memasuki goa walet ini sembarangan. Penduduk setempat yang hendak memanen walet bahkan mengadakan tradisi ngunduh sarang walet agar diberi keselamatan. Tapi, kalau kamu ingin melihat proses memanen walet, di sini juga ada goa walet tiruan yang bisa menambah pengetahuan kamu tentang itu.

5. Jamahi keelokan stalagtit dan stalagmit Goa Barat. Musik latarmu adalah air terjun yang mengalir dengan lepas.

Air terjun Superman’s Big Sister di Goa Barat. via diasporaiqbal.blogspot.com

Kawasan Karst Gombong Selatan menyembunyikan keelokan yang lebih dari sekadar pantai. Cobalah telusuri kegelapan dalam perut bumi di Goa Barat dan temukan keagungan ciptaan-Nya. Oleh warga setempat, kamu akan dipandu menjamahi keelokan stalagtit dan stalagmit dalam goa, dengan gemuruh suara sejumlah air terjun sebagai latarnya. Kurang lebih tiga jam menyusuri goa, kamu akan menemukan keelokan air terjun yang dinamai Superman’s Big Sister.
Goa Barat berada tak seberapa jauh dari Goa Jatijajar yang terkenal itu, tepatnya di Desa Jatijajar, Kecamatan Ayah, Kebumen. Kamu bisa menjelajah goa ditemani pemandu plus peralatan caving yang lengkap dengan membayar Rp 180.000 per rombongan.